Thursday, January 26, 2017

Letak Astronomis dan Geografis

1. Letak Astronomis
    Letak astronomi adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Secara astronomis, Indonesia terletak antara 
95BT – 141O BT dan 6LU – 11LS. Dengan letak astronomis tersebut, Indonesia termasuk kedalam tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5LU dan 23,5O LS. 
2. Letak Geografis
    Letak geografis adalah letak suatu negara di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua  dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia.
    Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah. Batas - batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah sebagai berikut.
  • Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut Cina Selatan.
  • Di sebelah selatan, Indonesia berbatasan dengan Timur Leste, Australia, dan Samudra Hindia
  • Di sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.
  • Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.     
      Letak geografis Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara - negara dari Asia Timur dengan negara - negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan India. Kapal - kapal dagang yang mengangkut berbagai komoditas dari Cina, Jepang, dan negara - negara  lainnya yang melewati Indonesia menuju negara - negara tujuan di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Slandia Baru.
      Letak geografis memberi pengaruh bagi Indonesia, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya. Karena menjadi jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, bangsa Indonesia telah lama menjalani interaksi sosial dengan bangsa lain. Interaksi sosial melalui perdagangan tersebut kemudian menjadi jala bagi masuknya berbagai agama ke Indonesia, seperti Hindu, Buddha, Kristen, dan lain-lain. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam menjual berbagai komoditas atau hasil bumi seperti kayu cendana, pala, lada, cengkih, dan hasil perkebunan lainnya. Sementara negara-negara lain seperti India dan Cina menjual berbagai produk barang seperti kain dan tenunan halus, porselan, dan lain-lain ke Indonesia.
      Manfaat letak geografis Indonesia juga memberi dampak yang merugikan. Budaya dari negara lain yang tidak selalu sesuai dengan budaya Indonesia kemudian masuk dan mempengaruhi kehidupan budaya bangsa Indonesia, misalnya pergaulan bebas, kesantunan, dan lain-lain. Selain itu, Indonesia juga rentan terhadap masuknya barang-barang terlarang, misalnya narkoba, dan barang-barang selundupan lainnya.

Keadaan Alam di Indonesia


No
Daerah
Suhu
Cuaca
Curah hujan
Iklim
Kegiatan ekonomi
1
Temanggung
22,8OC-24,1OC
Cerah berawan
30%
Tropis
Pertanian dan industri
2
Purworejo
23,0OC-24,2OC
Hujan ringan
3%
Tropis
Pertanian
3
Parakan
21,6OC-22,7OC
Cerah berawan
30%
Tropis
Pertanian
4
Kutoarjo
25,3OC-27,4OC
Cerah berawan
0%
Tropis
Pertambangan
5
Kebumen
24,6OC-27,5OC
Cerah berawan
0%
Tropis
Usaha Genteng
6
Banjarnegara
24,1OC-25,5OC
Hujan
75%
Tropis
Pertanian dan Perdagangan
7
Wonosobo
21,8OC-22,9OC
Hujan
75%
Tropis
Industri
8
Pekalongan
25,5OC-27,3OC
Cerah berawan
0%
Tropis
IndustrI Batik
9
Kendal
26,0OC-27,8OC
Cerah berawan
0%
Tropis
Pertanian
10
Semarang
25,9OC-27,6OC
Cerah berawan
0%
Tropis
Pertanian


Pergerakan Matahari

A.     Rotasi Bumi

     Rotasi bumi merupakan perputaran bumi pada porosnya sendiri. Bumi berputar dari arah barat menuju timur. Waktu yang diperlukan bumi untuk satu kali rotasi adalah 24 jam atau satu hari, tepatnya 23 jam, 56 menit, 4.09 detik. Jadi lamanya waktu satu hari adalah lamanya waktu bumi untuk berputar pada porosnya.

     Ketika bumi berotasi, semua benda yang ada di permukaan bumi pun akan ikut berotasi mengikuti rotasi bumi. Hal ini disebabkan bumi memiliki gaya gravitasi yang menarik semua benda ke arah bumi. Gaya gravitasi ini tidak hanya dirasakan oleh benda yang ada di permukaan bumi, tetapi benda-benda di angkasa pun merasakannya. Misalnya, kapal udara yang sedang terbang atau satelit akan ikut berotasi.

Adanya rotasi bumi menimbulkan beberapa gejala alam, yaitu :

a. Pergantian siang dan malam

     Bumi mendapatkan sinar dari matahari setiap saat. Sinar matahari ini merupakan sumber energi bagi kehidupan di bumi. Oleh karena bentuk bumi bulat, maka tidak mungkin permukaan bumi terkena cahaya matahari secara bersamaan.

     Permukaan bumi yang menghadap matahari yang terkena cahaya matahari. Maka pada permukaan bumi tersebut terjadi siang. Permukaan bumi yang tidak menghadap cahaya matahari akan mengalami malam.

b. Perbedaan waktu di bumi

     Bumi berotasi dari arah barat ke timur. Dengan demikian, permukaan bumi yang di sebelah timur mendapatkan lebih dulu cahaya matahari dari pada permukaan bumi di sebelah barat. Perbedaan saat terkena sinar matahari ini akan menunjukkan perbedaan waktu.

     Waktu bumi untuk melakukan rotasi adalah 24 jam, sedangkan bumi berotasi 3600. Oleh karena itu, dalam waktu satu jam, bumi bergerak 150. Artinya setiap perbedaan 150 bujur di permukaan bumi, akan mengalami perbedaan waktu selama satu jam.


     Garis bujur adalah garis yang sejajar dengan garis tengah antara dua kutub. Bujur 0 0 ditetapkan di Greenwich, sebuah kota di Inggris. Indonesia terletak di antara 950 BT dan 1410 BT. Dengan demikian, Indonesia terbagi menjadi tiga waktu yang berbeda, yaitu :

1) Waktu Indonesia Barat (WIB) terpusat pada waktu untuk meridian 1050 BT. Daerah-daerah tersebut meliputi Sumatera, Jawa dan sebagian Kalimantan.

2) Waktu Indonesia Tengah (WITA) berpusat pada waktu untuk meridian 1200 BT.

3) Waktu Indonesia Timur (WIT) berpusat pada waktu untuk meridian 1350 BT. Daerah-daerah tersebut meliputi Maluku dan Papua.

B. Revolusi


     Planet-planet di jagat raya ini mengelilingi bintangnya masing-masing. Bumi yang merupakan sebuah planet, juga mengelilingi bintangnya. Matahari merupakan bintang yang dikelilingi oleh bumi. Gerak bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi. Selama bumi mengitari matahari (revolusi) bumi pun berputar pada porosnya (rotasi). Waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari dalam satu putaran adalah 365,25 hari, disebut juga satu tahun. Oleh karena itu, satu tahun adalah 365 hari. Sisanya berupa 0,25 hari dijumlahkan dalam empat tahun sekali menjadi satu hari. Kita mengenalnya dengan tahun kabisat yang memiliki jumlah hari 366 hari. Tambahan satu hari tersebut pada tanggal 29 Februari.

     Bumi mengelilingi matahari dengan kecepatan 30 km/detik. Bidang orbit bumi mengelilingi matahari disebut ekliptika. Selama bumi mengelilingi matahari, bumi berputar pada porosnya (rotasi) membentuk sudut 23,5 derajat terhadap garis tegak lurus bidang ekliptika. Perhatikan gambar.
Revolusi bumi berpengaruh pada kehidupan di bumi, yaitu :

a. Perubahan lamanya siang dan malam

     Kemiringan poros bumi terhadap garis yang tegak lurus ekliptika sebesar 23,50 Menyebabkan seolah-olah matahari mengalami pergerakan yang disebut gerak semu matahari.

     Matahari bergerak dari khatulistiwa menuju ke utara (garis Galik Utara = garis 23,50 Lintang Utara) dank e selatan (Garis Balik Selatan = garis 23,50 Lintang Selatan). Perhatikan gambar.

b. Pergantian musim

     Telah dijelaskan sebelumnya bahwa gerak semu matahari telah menyebabkan perubahan lamanya siang dan malam di bumi. Selain itu gerak semu matahari juga menyebabkan pergantian musim. Ketika salah satu belahan bumi condong menghadap matahari, maka belahan bumi tersebut mengalami musim panas, sedangkan di belahan bumi yang lain mengalami musim dingin.

Angin Muson

     Angin muson adalah angin yang terjadi karena perbedaan tekanan udara antara Samudra dan Benua.

     Muson terjadi karena daratan menghangat dan menyejuk lebih cepat daripada air. Hal ini menyebabkan suhu di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara panas di darat biasanya berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah. Ini menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. Curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang lembap yang dialihkan ke arah pegunungan, yang kemudian menyebabkan pendinginan, dan lalu pengembunan.

     Pada musim dingin, udara di darat menjadi lebih sejuk dengan cepat, tetapi udara panas di laut bertahan lebih lama. Udara panas di atas laut berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah dan angin sepoi-sepoi dari darat ke laut. Karena perbedaan suhu antara laut dan daratan lebih kecil dibandingkan saat musim panas, angin muson musim dingin tidak begitu konstan.
     Muson mirip dengan angin laut, namun ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan-Angin Muson dibagi menjadi 2,yaitu Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur.

A. Angin Muson Barat

   Angin Muson Barat adalah angin yang bertiup dari barat ke timur.Angin ini terjadi pada bulan Oktober-April.Angin ini dari Samudra Pasifik menuju ke Indonesia.Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia,angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air,sehingga di Indinesia mengalami musim hujan.
B. Angin Muson Timur  
   
     Angin Muson Timur adalah angin angin yang berasal dari benua Australia menuju ke Indonesia.Angin ini terjadi pada bulan April-Oktober.Pada saat itu,angin yang berasal dari benua Australia yang bertekanan maksimum yang bergerak menuju wilayah Indonnesia yang bertekanan minimum.Karenan benua Australia 2/3 wilayahnya berupa gurun,udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya.Selain itu,udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya.Pada saat itu,di Indonesia mengalami musim kemarau.

Kehidupan Pada Zaman Praaksara

1. Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia

     Mempelajari bagaiman kehidupan dimasalalu merupakan kegiatan yang amat menarik. Kahidupan manusia dari jaman kezaman senantiasa mengalami perkembangan. Kehidupan manusia pada jaman pra aksara atau jaman pra sejarah dapat di pelajari melalui berbagai temuan fosil dan artefak sisa kehidupan dimasa lalu. Kehidupan manusia purba adalah kehidupan yang amat sederhana. Manusia purba hidup dan memenuhi kebutuhanya dengan cara berburu dan meramu, berpindah pindah dari satu empat ketempat lain (nomaden). Pada masa pra sejarah manusia belum mengenal tulisan sehingga masa ini di sebut dengan masa pra aksara. Sejak pertama kali bumi diciptakan hingga saat ini, bumi telah banyak sekali mengalami perubahan dan perkebangan. Diperkirakan bumi saat ini telah berusia kurang lebih 2.500 juta tahun. Para ahli geologi membagi masa perkembangan bumi mejadi beberapa zaman yaitu arkeozoikum, paleozoikum, mesozoikum, neozoikum.

  1. Zaman Arkeozoikum.                                                                                                              Merupakan zaman tertua, berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Pada masa itu bumi dalam proses pembentukan, permukaan bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat makluk hidup yang tinggal di bumi. 
    Pada Zaman Arkeozoikum. Gambar : agus-generatio.blogspot.nl
  2. Zaman Paleozoikum                                                                                                              Disebut juga sebagai zaman primer, berlangsung kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan terjadinya penurunan suhu yang amat derastis di bumi, bumi mendingin. Pada masa ini lah makluk hidup pertamakali diperkirakan muncul, yaitu makluk bersel satu dan tidak bertulang belakang seperti bakteri, serta sejenis amfibi.
  3. Zaman Mesozoikum                                                                                                                 Disebut juga sebagai zaman sekunder, berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan munculnya hewan-hewan reptile besar (dinosaurus) olah karena itu jaman ini disebut juga zaman reptile.
  4. Zaman Neozoikum                                                                                                                   Zaman Neozoikum berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Kahidupan di zaman ini mulai stabil, berkembang dan beragam. Zaman ini di bagi menjadi beberapa: a. Zaman Tersier, ditandai dengan mulai berkurangnya hewan-hewan besar. Telah memeiliki berbagai jenis binatang menyusui, diantaranya kera dan monyet. b. Zaman Sekunder, ditandai dengan munculnya tenda-tanda kehidupan manusia purba. Zaman ini dibagi kembali menjadi 2 jaman yaitu: 1) Zaman Pleistosen/dilivium (zaman es/glasial), masa ini ditandai mulai mencairnya es di kutub utara karena perubahan iklim. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada masa inilah kehidupan manusia mulai ada. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. 2) Zaman Holosen/alluvium, masa ini ditandai dengan munculnya hamo sapiens, merupakan nenek moyang manusia modern saat ini. Masa ini berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu.
A. Pengertian Praaksara atau Prasejarah.

     Praaksara atau prasejarah merupakan kurun waktu (zaman) pada saat manusia belum menganal tulisan atau huruf. Praaksara disebut juga zaman nirleka, yaitu zaman tidak ada tulisan. Setelah manusia mengenal tulisan maka disebut zaman sejarah. Berakhirnya zaman prasejarah setiap bangsa berbedabeda berdasarkan perkembangan setiap bangsa tersebut serta informasi yang masuk ke bangsa itu.
Misalnya bangsa Mesir Kuno meninggalkan zaman praaksara sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria dan Dravida meninggalkan zaman praaksara sekitar 3000 SM, sedangkan bangsa Indonesia meninggalkan zaman praaksara 400 M.

B. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia. 

     Dari hasil penelitian dan penemuan fosil, oleh para ahli purbakala manusia purba banyak di temukan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Manusia purba pada masa lampu telah tinggal di beberapa daerah di Pulau Jawa diantaranya di Lembah Bengawan Solo (Jawa Tengah) dan di Lembah Sungai Brantas (Jawa Timur). Dia daerah daerah tersebut di atas banyak di temukan fosil manusia purba. Di Indonesia terdapat beberapa jenis manusia purba diantaranya Meganthropus paleojavanicus, Pithacanthropus erectus, dan Homo (manusia purba modern).
Fosil adalah bagian makhluk hidup yang telah membatu. Gambar : ronalys.blogspot.com
  1. Meganthropus paleojavanicus.                                                                                              Meganthropus paleojavanicus artinya manusia purba yang besar dan tertua di Jawa. Manusia purba ini memiliki ciri tubuh yang kekar, diperkirakan sebagai manusia purba yang paling tua diantara manusia purba yang lain. Fosil manusia purba meganthropus paleojavanicus ditemukan dan diteliti oleh Dr. G.H.R. von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941. Pertama kali fosil makhluk ini ditemukan di  Sangiran, daerah lembah Bengawan Solo, dekat Surakarta. Dari yang dapat dilihat ukuran fosil itu, meganthropus paleojavanicus berbadan besar dengan rahang besar, kening menonjol, dan tulang tebal. Dari keadaan itu, maka makhluk Sangiran tersebut dinamakan Meganthropus Paleojavanicus (mega = besar, anthropos = manusia, paleo = purba, javanicus = manusia jawa). Meganthropus hidup sekitar 2 juta tahun sebelum masehi dan hidup dengan makan tumbuh-tumbuhan. Makhluk tersebut termasuk jenis Homo Hobilis. 
  2. Pithacanthropus erectus.                                                                                                        Pithacanthropus erectus artinya manusia kera yang berjalan tegak. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri berbadan tegak, dan memiliki tinggi banadan antara 165-180 cm. Pithacanthropus erectus merupakan manusia purba yang paling banyak di temukan di Indonesia diantaranya di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong. Pertama kali di temukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Sungai Bengawan Solo, Surakarta, tahun 1891.
  3. Homo.                                                                                                                                        Homo berarti manusia. Manusia purba jenis ini memiliki ciri yang lebih sempurna di bandingkan dengan Meganthropus paleojavanicus dan Pithecantropus erectus. Beberapa jenis homo yang di temukan di Indonesia antara lain. 
  • Homo Soloensis,                                                                                                                      artinya manusia dari Solo. Ditemukan pada tahun 1931-1934, olah Ter Haar dan Ir. Oppenorth di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo. Ciri-ciri Homo Soloensi yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 180 cm, tengkoraknya lebih besar dari Pithacantropus erectus. 
  • Homo Wajakensis,                                                                                                                  artinya manusia dari Wajak. Ditemukan pada tahun 1889, olah Van Reitschoten di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. Ciri-ciri Homo Soloensi yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 130-210 cm, tengkoraknya lebih bulat muka tidak terlalu menjorok ke depan, dan telah memiliki kemampuan membuat peralatan dari batu, tulang dan kayu. 
  • Homo Sapiens,                                                                                                                        artinya manusia cerdas. Merupakan generasi terakhir dari manusia purba. Homo sapiens hidup di Zaman Holosen sekitar 4000 tahun yang lalu. Memiliki ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.
C. Perkembangan Kehidupan Manusia Purba di Indonesia. 

     Kehidupan manusia purba pada masa praaksara senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan itu dapat di jelaskan sebagai berikut.

1. Masa Berburu dan Meramu Kehidupan. 

     Manusia purba masa berburu dan meramu senantiasa berpindah-pindah (nomaden).
Kehidupan pada masa berburu dan meramu disebut food gathering artinya mengumpulkan makanan yang di sediakan oleh alam tanpa mengolah atau menanam terlebih dahulu. Alat-alat yang digunakan pada masa itu antara lain kapak perimbas untuk marimbas kayu, menguliti binatang, dan memecah tulang; kapak genggam untuk menggali umbi dan memotong hewan buruan; dan alat serpih digunkaan sebagai pisau.

2. Masa Bercocok Tanam Pada. 

     Masa ini manusia purba sudah mengenal bercocok tanam (food producing). Namun demikian kehidupan berburu dan merapu tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masa ini pula manusia purba mulai tinggal menetap (sedenter) di suatu kampung dengan rumah panggung. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam berasal dari batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu; barang pecah belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang kayu dan mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.

3. Masa Perundagian (Pertukangan) 

     Pada masa ini manusia sudah mengenal teknologi sederhana dan pembagian kerja. Saat itu manusia menganal pertukangan dan pengecoran logam seperti perunggu, tembaga dan besi sebagai barangbarang kebutuhan rumah tangga.

a. Nekara dan Moko, berbentuk seperti tambur atau dandang terbalik. Digunkaan pada upacara adapt sebagai benda pusaka.
Nekara. Sumber : zulkhanbrambang.blogspot.com

b. Kapak perunggu/kapak corong, berbentuk menyerupai corong terbuat dari perunggu.
Kapak Perunggu. Sumber : museumnasional.wordpress.com

c. Benda-benda lain, seperti bejana perunggu, manik-manik, gerabah dan mata tombak.
Mata Tombak. Sumber : en.wikipedia.org

D. Sistem Kepercayaan Manusia Purba. 

     Pada Masa Praaksara Seiring dengan perkembangan kemampuan berfikir, manusia purba mulai mengenal kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya. Untuk menjalankan kepercayaan yang diyakininya manusia purba malakukan berbagai upacara dan ritual. Sistem akepercayaan yang di anut manusia pada masa prakasara atau masa prasejarah antara lain animisme, dinamisme, totemisme, dan shamanisme.

a. Animisme, adalah percaya pada roh nenek moyang maupun roh-roh lain yang mempengaruhi kehidupan mereka. Upaya yang dilakukan agar roh-roh tersebut tidak mengganggu adalah dengan memberikan sesaji. 

b. Dinamisme, adalah percaya pada kekuatan alam dan benda-benda yang memiliki gaib. Manusia purba melakukanya dengan menyembah batu atau pohon besar, gunung, laut, gua, keris, azimat, dan patung. 

c. Totemisme, adalah percaya pada binatang yang dinganggap suci dan memiliki kekuatan. Dalam melakukan upacara ritual pemujaan manusia purba membutuhkan sarana, dengan membangun bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran yang besar. Masa ini di sebut sebagai kebudayaan Megalitikum (kebudayaan batu besar).

Bangunan yang di buat pada masa megalitikum diantaranya. 

a. Menhir, adalah tiang atau tugu batu yang berfungsi sebagai prasasti dan melambangkan kehormatan arwah nenek moyang.
Menhir. Sumber : www.jiroolcott.com
Menhir. Besar perbandingan
b. Dolmen, adalah meja batu untuk meletakkan sesaji.
Dolmen. Sumber : europebyfootball.wordpress.com
c. Peti Kubur Batu, adalah lempeng batu besar berbentuk kotak persegi panjang berfungsi sebagai peti jenazah.
Peti Kubur Batu. Sumber : belajarbarengsilvie.blogspot.com
d. Sarkofagus, adalah batu besar yang di pahat berbentuk mangkuk terdiri dari dua keeping yang ditangkupkan menjadi satu. Berfungsi sebagai peti jenazah.
Sarkofagus. Sumber : bilisitungkir.wordpress.com
 e. Punden Berundak, adalah bangunan berupa batu susunan batu berundak seperti candi. Digunakan untuk upacara pemujaan.
Punden Berundak. Sumber : wa-iki.blogspot.com
f. Waruga, adalah peti kubur batu berukuran kecil, berbentuk kubus dan memiliki tutup lempengan batu yang lebar.

Waruga. Sumber : marlinasimin.blogspot.com

2. Berakhirnya Masa Praaksara di Indonesia

     Berakhirnya masa praaksara tiap-tiap bangsa tidak bersamaan. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan tingkat peradaban dari bangsa-bangsa yang bersangkutan. Bangsa Sumeria misalnya, telah mengenal tulisan sejak 4000 SM. Bangsa Sumeria menggunakansimbol-simbol sebagai huruf yang disebut piktograf. Sedangkan, Bangsa Mesir Kuno mengenal tulisan sejak 3000 SM. Tulisan Bangsa Mesir Kuno hampir sama dengan tulisan Bangsa Sumeria. Hanya perbedaannya, huruf Bangsa Mesir Kuno menggunakan simbol-simbol seperti perkakas, hewan, atau alat transportasi tertentu. Huruf ini disebut hieroglif.
Hieroglif. Sumber : depositphotos.com
     Indonesia mengakhiri masa praaksara pada awal abad ke-5 Masehi. Para pedagang India datang pada saat itu dan membawa kebudayaan dari India berupa seni arsitektur bangunan, sistem pemerintahan, seni sastra dan tulisan. Tulisan tertua di Indonesia terdapat di Batu Yupa, Kutai, Kalimantan Timur. Tulisan tersebut menggunakan huruf Pallawa. Sejak berakhirnya masa praaksara, muncullah masa aksara (masa sejarah). Di Indonesia, sudah mengalami kemajuan. Sistem pemerintahan kerajaan mulai berkembang, agama Hindu-Buddha mulai berkembang. Kegiatan perdagangan dan pelayaran pun semakin maju.
Huruf Pallawa. Sumber : id.wikipedia.org

Kehidupan Masyarakat Pada Masa Hindu dan Budha

     Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat telah memiliki kebudayaan yang cukup maju. Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.  

     Bangsa Indonesia yang sebelumnya memiliki kebudayaan asli tidak begitu saja menerima budaya-budaya baru tersebut. Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India. 
     Kebudayaan yang datang dari India mengalami proses penyesuaian dengan kebudayaan asli Indonesia. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia ini dapat dilihat dari peninggalanpeninggalan sejarah dalam berbagai bidang, antara lain seperti berikut.

a. Bidang Keagamaan

     Sebelum budaya Hindu-Buddha datang, di Indonesia telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat animisme dan dinamisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa. 
     Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh golongan elite di sekitar istana.

b. Bidang Politik

     Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. 
     Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan peraturan hukum kasta. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan kerajaan bercorak Hindu-Buddha lainnya.

c. Bidang Sosial

     Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). 
     Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyarakat. Sistem kasta yang berlaku di Indonesia berbeda dengan kasta yang ada di India, baik ciri-ciri maupun wujudnya. Hal ini tampak pada kehidupan masyarakat dan agama di Kerajaan Kutai. Berdasarkan silsilahnya, Raja Kundungga adalah orang Indonesia yang pertama tersentuh oleh pengaruh budaya India. 
     Pada masa pemerintahannya, Kundungga masih mempertahankan budaya Indonesia karena pengaruh budaya India belum terlalu merasuk ke kerajaan. Penyerapan budaya baru mulai tampak pada waktu Aswawarman, anak Kundungga, diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya.

d. Bidang Pendidikan

     Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.

e. Bidang Sastra dan Bahasa

     Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu- Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri.


candi
 borobudur
f. Bidang Arsitektur

     Punden berundak merupakan salah satu arsitektur Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan, Candi Borobudur sebenarnya mengambil bentuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana. Pada Candi Sukuh dan candi-candi di lereng Pegunungan Penanggungan, pengaruh unsur budaya India sudah tidak begitu kuat. Candicandi tersebut hanyalah punden berundak. 
     Begitu pula fungsi candi di Indonesia, candi bukan sekadar tempat untuk memuja dewa-dewa seperti di India, tetapi lebih sebagai tempat pertemuan rakyat dengan nenek moyangnya. Candi dengan patung induknya yang berupa arca merupakan perwujudan raja yang telah meninggal. Hal ini mengingatkan kita pada bangunan punden berundak dengan menhirnya.

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Islam

     Islam yang diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-11 dan dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada akhirnya telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam terbesar di dunia dengan sekitar 85,2%. Meskipun Islam menjadi agama mayoritas, tetapi Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.

     Penyebaran Islam di Nusantara pada awalnya didorong oleh meningkatnya jaringan perdagangan di luar kepulauan Nusantara. Pedagang dan bangsawan dari kerajaan besar Nusantara biasanya adalah yang pertama mengadopsi Islam. Kerajaan yang dominan, termasuk Kesultanan Mataram di Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Tidore di Kepulauan Maluku.
     Pada akhir abad ke-16, Islam telah melampaui jumlah penganut Hindu dan Buddh sebagai agama dominan masyarakat di Jawa dan Sumatera pada saat itu. Sementara Bali tetap mempertahankan mayoritas Hindu, dan pulau-pulau yang berada di wilayah Indonesia timur sebagian besar tetap menganut animisme sampai abad 17 dan 18 ketika agama Kristen menjadi dominan di daerah tersebut.
     Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Seperti banyak diketahui jika daerah penghasil batu kapur yaitu Kota Barus, Sibolga di Sumatera Utara, sudah digunakan oleh para firaun di mesir untuk proses pemakaman mumi firaun. Hal tersebut telah membuktikan jika jauh sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara sudah berhubungan dengan dunia luar. Ada kemungkinan Islam sudah masuk di Nusantara terjadi pada masa Kenabian atau masa hidupnya Nabi Muhammad S.A.W.
1) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang politik
     Kerajaan bercorak Hindu-Budha sebenarnya telah berkembang jauh sebelum Islam masuk di Indonesia. Namun ketika kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha itu mengalami keruntuhan, maka peranannya pun mulai digantikan oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Dalam sistem pemerintahan yang bercorak Islam, Rajanya bergelar ‘Sultan’ atau ‘Sunan’ seperti halnya para wali. Jika Rajanya meninggal maka tidak akan dimakamkan pada candi tetapi dimakamkan secara Islam.
2) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang sosial
     Setelah sebelumnya terdapat aturan kasta yang diterapkan dalam sistem pemerintahan kerajaan Hindu-Budha, maka dalam kebudayaan Islam, tidak ada lagi penerapan aturan kasta dalam kehidupan masyarakatnya. Karena hal ini pula maka Islam mulai memberikan pengaruh yang baik dan berkembang peat menjadi sebuah mayoritas dan menyebabkan aturan kasta perlahan-lahan memudar dalam kehidupan sosial masyarakat.
     Nama-nama berbau Arab pun mulai digunakan seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya. Kosakata yang disadur dari bahasa Arab pun mulai banyak digunakan, seperti: rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
     Begitu pula dengan sistem penanggalan. Jika sebelumnya masyarakat Indonesia mengenal penanggalan Saka yang berasal dari kalender Hindu dan mulai digunakan pada tahun 78 M termasuk penggunaan nama-nama pasaran seperti: legi, pahing, pon, wage, dan kliwon, maka setelah Islam berkembang, Sultan Agung dari Mataram pun menciptakan kalender Jawa dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah.
3) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang pendidikan
     Pendidikan tentang Islam mulai berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, sistem pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia dimana pada saat itu pesantren telah menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah masuknya Islam, maka mata pelajaran dan proses pendidikan di pesantren pun berubah menjadi pendidikan Islam. Pesantren menjadi sebuah asrama tradisional pendidikan Islam dimana siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang disebut Kiai.
4) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang sastra dan bahasa
     Tidak adanya sistem kasta dalam Islam membuat persebaran bahasa Arab lebih cepat dibandingkan persebaran bahasa Sanskerta. Mengapa demikian? karena semua orang mulai dari Raja hingga rakyat jelata dapat mempelajari bahasa Arab. Walaupun pada mulanya memang hanya kaum bangsawan yang pandai menulis dan membaca huruf dan bahasa Arab, namun selanjutnya, rakyat kecil pun mampu membaca huruf Arab. Dalam perkembangannya, pengaruh huruf dan bahasa Arab terlihat pada karya-karya sastra. Bentuk karya sastra yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Islam antara lain: hikayat, babad, dan syair.
5) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang arsitektur dan kesenian
     Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid- masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid Banten. Islam juga memperkenalkan seni kaligrafi yaitu suatu seni menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat. Teks-teks dari Al-Quran merupakan tema yang sering dituangkan dalam seni kaligrafi ini. Media yang sering digunakan adalah nisan makam, dinding masjid, mihrab, kain tenunan, kayu, dan kertas sebagai pajangan.

Suumber Daya Alam

     Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

A. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
    1) Sumber daya alam hayati / biotik
        adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. 
        contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
    2) Sumber daya alam non hayati / abiotik
        adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
        contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
    1) Sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable
        yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
        contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
    2) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable
        ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
        contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
    3) Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
        contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
    1) Sumber daya alam penghasil bahan baku
        adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
        contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
    2) Sumber daya alam penghasil energi
        adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
        misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.