Angin muson adalah angin yang terjadi karena perbedaan tekanan udara antara Samudra dan Benua.
Muson terjadi karena daratan menghangat dan menyejuk lebih cepat daripada air. Hal ini menyebabkan suhu di darat lebih panas daripada di laut pada musim panas. Udara panas di darat biasanya berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah. Ini menciptakan sebuah angin yang sangat konstan yang bertiup ke arah daratan. Curah hujan yang terkait disebabkan udara laut yang lembap yang dialihkan ke arah pegunungan, yang kemudian menyebabkan pendinginan, dan lalu pengembunan.
Pada musim dingin, udara di darat menjadi lebih sejuk dengan cepat, tetapi udara panas di laut bertahan lebih lama. Udara panas di atas laut berkembang naik, menciptakan daerah bertekanan rendah dan angin sepoi-sepoi dari darat ke laut. Karena perbedaan suhu antara laut dan daratan lebih kecil dibandingkan saat musim panas, angin muson musim dingin tidak begitu konstan.
Muson mirip dengan angin laut, namun ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan-Angin Muson dibagi menjadi 2,yaitu Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur.
A. Angin Muson Barat
Angin Muson Barat adalah angin yang bertiup dari barat ke timur.Angin ini terjadi pada bulan Oktober-April.Angin ini dari Samudra Pasifik menuju ke Indonesia.Pada saat bergerak menuju wilayah Indonesia,angin muson dari Samudra Pasifik telah membawa banyak uap air,sehingga di Indinesia mengalami musim hujan.
B. Angin Muson Timur
Angin Muson Timur adalah angin angin yang berasal dari benua Australia menuju ke Indonesia.Angin ini terjadi pada bulan April-Oktober.Pada saat itu,angin yang berasal dari benua Australia yang bertekanan maksimum yang bergerak menuju wilayah Indonnesia yang bertekanan minimum.Karenan benua Australia 2/3 wilayahnya berupa gurun,udara yang bergerak tadi relatif sedikit uap air yang dikandungnya.Selain itu,udara tadi hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia sehingga sedikit pula uap yang dikandungnya.Pada saat itu,di Indonesia mengalami musim kemarau.


No comments:
Post a Comment